Tuesday, November 11, 2014

Berbagai Pendekatan dalam Belajar Mengajar


Proses belajar mengajar disekolah menjadi salah satu proses yang penting dalam rangka meningkatkan pengatahuan siswa. Meski demikian, proses pembelajaran itu tidak sekedar guru menyampaikan materi lalu siswa mendengarkan dan mencatat. Dalam proses penyampayan materi, perlu ada pendekatan pembelajaran agar materi yang disampaikan itu benar-benar bisa dipahami oleh siswa yang bersangkutan dan kemudian bisa diaktualisasikan dengan baik.
Dalam kegiatan belajar mengajar yang berlangsung, terjadi interaksi yang memiliki tujuan tertentu. Guru dan anak didikan yang menggerakkannya. Interaksi yang bertujuan itu disebabkan guru memberikan makna dengan menciptakan lingkungan yang bernilai edukatif demi kepentingan anak didik dalam belajar. Guru tentu saja ingin memberikan layanan yang baik kepada anak didik. Hal ini bertujuan, selain untuk mencapai target dari guru itu sendiri, siswa juga merasa senang dan bergairah dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, serta lebih merasa bersahabat dengan guru yang mengajar.
Pendekatan dalam belajar mengajar dapat diartikan sebagai titik tolah atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, yang di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari materi metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
Dalam mengajar, guru harus pandai menggunakan pendekatan secara arif dan bijaksana, bukan sembarangan yang bisa merugikan anak didik karena keberhasilan belajar mengajar lebih banyak ditentukan oleh guru dalam mengelola kelas. Pandangan guru terhadap perserta didik akan menentukan sikap dan perbuatan. Setiap guru tidak selalu mempunyai pandangan  yang sama dalam menilai anak didik. Hal ini akan mempengaruhi pendekatan yang guru ambil dalam pengajaran. Sebaliknya, guru memandang anak didik sebagai individu dengan segala perbedaan, sehingga mudah melakukan pendekatan dan pengajaran.
Berbicara tentang kegiatan belajar mengajar, ada beberapa pendekatan yang bisa digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar. Cara pendekatan ini bersifat fleksibel. Jadi, prinsip baku tidak berlaku dalam pendekatan ini. Setiap guru bisa menggunakan cara pendekatan tertentu dalam menyesuaikan. Materi yang akan disampaikan.

Daftar Pustaka

Hamiyah N. Dan Jauhar, M. (2014). Strategi Belajar Mengajar di Kelas. Jakarta ;
            Prestasi Pustaka Publisher
 

Friday, November 7, 2014

Komponen – Komponen Whole Language




     Whole language adalah cara untuk menyatukan pandangan tentang bahasa, tentang pembelajaran dan tentang orang – orang yang terlibat dalam pembelajaran. Dalam hal ini, orang-orang yang dimaksud adalah peserta didik dan guru. Whole language dimulai dengan menumbuhkan lingkungan dimana bahasa diajarkan secara utuh dan keterampilan bahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) diajarkan secara terpadu. Menerapkan whole language memang agak sulit karena tidak ada acuan yang benar-benar mengaturnya. Namun, Anda dapat mencoba menerapkannya dengan mengetahui komponen-komponen yang terdapat dalam whole language.
1.   Reading Aloud kegiatan membaca yang dilakukan oleh guru untuk peserta didik.
2.   Jurnal Writing atau menulis jurnal
3.   Sustained Silent Reading kegiatan membaca dalam hati yang dilakukan oleh peserta didik.
4.   Shared Reading kegiatan membaca bersama antara guru dan peserta didik.
5.   Guided Reading  atau disebut juga membaca terbimbing guru menjadi pengamat dan fisilitator.
6.   Guided Writing atau menulis terbimbing
7.   Independent Reading atau membaca bebas
8.   Independet Whiring atau menulis bebas




Daftar Pustaka

Santosa, P. (2003). Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD.
       Jakarta : Universitas Terbuka
 

Wednesday, November 5, 2014

Isu Substansi Bahasa




     Isus yang berkaitan dengan subtansi bahasa meliputu transfer bahasa, masukan (input), dan variabilitas.
     Terkait dengan ciri kedua bahasa,yaitu sejauh mana suatu butir bahasa itu bermarkah (marked).antara lain di temukan bahwa jika dua bahasa berbeda ,tetapi butir B2 (BS) kurang tertanda,maka hal itu dapat menimbulkan kesulitan.
     Sejumlah penelitian mengkaji hubungan antara masukan (input) dan luaran (output).Fokusnya meliputi antara lain hubungan antara jumlah dan frekuensi masukan dengan kualitas keluaran bahasa yang di ujarkan oleh pengajar terhadap peserta didiknya ,serta peranan masukan dalam pengembangan kemampuan berbahasa kedua.
     Berkaitan dengan jumlah input ,hasil beberapa penelitian menunjukan bahwa pembelajar yang memperoleh kesempatan untuk menggunakan B2 atau mendapat input yang banyak ,akan memiliki kemahiran berbahasa kedua yang baik.penutur asli melakukan modifikasi terhadap wacana yang di ucapkan ketika berbicara dengan orang yang bukan penutur asli .
     Tentang peranan input,Krashen seperti yang di kutip Huda (1999) mengajukan hipotesis bahwa input yang dapat di pahami meningkatkan kemampuan pembelajar dalam berbahasa kedua.Namun ,hasil penelitian lain juga menunjukan bahwa hal itu tidak cukup ,kecuali jika pembelajar mendapat kesempatan untuk mempraktikkan bahasa sasaran.
     Bahasa antara (interlanguage)bervariasi ,seperti halnya bahasa yang alami .Variabilitas sinkronis (antar waktu )lazim di jumpai dalam bahsa pembelajar.sekali waktu pembelajar menunjukan telah menguasai suatu aspek tatabahasa,akan tetapi pada kesempatan lain dia membuat kesalahan pada aspek tersebut.Terjadinya variabilias sinkronis dapat di terangkan dengan pendekatan sosioliguistik,yaitu bahwa variabilitas itu mengikuti pola deretan gaya bahasa .jika pembelajar memberikan perhatian terhadap cara dirinya berkata ,maka gaya nya cenderung formal,sedangkan jika dia tidak mendengarkan apa-apa yang dia ucap kan ,maka gaya bahasa nya cenderung informal.
Variabilitas juga bias terjadi karena berbagai alasan:
1.      pembicara melakukan penyesuaian terhadap lawan bicaranya;
2.      faktor-faktor sosiologistik situasi formal dan informal;
3.      kuantitas waktu untuk merencanakan pembicaraan;dan lain-lain



Daftar Pustaka

Iskandarwassid. Dan Sunendar, D. (2008). Strategi Pembelajaran Bahasa.
       Bandung : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
       dengan PT Remaja Rosdakarya