Saturday, July 23, 2022

PENILAIAN AKHIR TEMA 1 SELAMATKAN MAKHLUK HIDUP



Sebelum memulai menjawab soal perhatikan hal-hal berikut ini :

1. Pastikan sudah mempelajari tema atau muatan pelajaran;

2. Saat mengerjakan soal peserta didik diharapakan mampu menerapkan nilai kejujuran, percaraya diri, sportifitas dan tanggung jawab;

3. Selama mengerjakan peserta didik hanya dibolehkan mencari jawaban di buku (open book) dan tidak diperkenankan browsing di internet;

4. Password setiap tema berbeda, jika tidak bisa masuk segera hubungi wali kelasnya;

5. Rentang waktu pengerjaan pukul 12.00 - 20.00 WIB, selain dari waktu tersebut dianggap tidak sah;

6. Peserta didik hanya diberikan kesempatan 1 kali pengerjaan;

7. Selesai mengerjakan screnshoot nilai lalu kirim ke grub; dan

8. Sebelum mulai mengerjakan jangan lupa berdoa.  


MULAI !!! KLIK DISINI

NILAI CEK DISINI !!!

Monday, October 18, 2021

Nilai Ulangan Tengah Semester Kelas 6

 

REKAP NILAI UTS TEMA 1

KELAS 6 SD NEGERI 3 SIMPUR

No

Nama

NILAI

KETERANGN

IPA

IPS

PPKn

B. Indoensia

SBdP

1

Muhammad Hafif

70

70

40

60

40

Remedial PPKn, B.Indonesia dan SBdP

2

Putri Asifa

80

90

40

70

40

Remedial PPKn dan SBdP

3

Siti Nurrifna Azzahrawaani

80

100

80

70

80

Tuntas

4

Suci Rahmadani

20

10

50

30

40

Remedial semua

5

Supian

30

80

30

40

80

Remedial IPA, PPKn dan B. Indonesia

6

Teguh Ahmad Wibawa

60

40

20

40

50

Remedial semua

7

Vika Lestari

10

20

60

20

60

Remedial semua

8

Mariatul Kotimah

30

30

30

20

30

Remedial semua

9

Al Zami

40

20

50

30

20

Remedial semua

Catatan*

Nilai dibawah 70 remedi. 

REMEDIAL TEMA 1 KLIK DISINI


REKAP NILAI UTS TEMA 2

KELAS 6 SD NEGERI 3 SIMPUR

No

Nama

NILAI

KETERANGN

IPA

IPS

PPKn

B. Indonesia

SBdP

1

Muhammad Hafif

70

90

90

70

90

Tuntas

2

Putri Asifa

70

90

80

70

70

Tuntas

3

Siti Nurrifna Azzahrawaani

90

90

90

90

90

Tuntas

4

Suci Rahmadani

60

60

80

70

40

Remedial IPA, IPS dan SBdP

5

Supian

80

60

80

80

70

Remedial IPS

6

Teguh Ahmad Wibawa

30

60

60

40

80

Remedial IPA, IPS, PPKn dan B. Indonesia

7

Vika Lestari

30

50

70

60

30

Remedial IPA, IPS, B. Indonesia dan SBdP

8

Mariatul Kotimah

40

50

70

40

20

Remedial IPA, IPS, B. Indonesia dan SBdP

9

Al Zami

40

60

70

70

20

Remedial IPA, IPS, dan SBdP


Catatan*

Nilai dibawah 70 remedi. 

REMEDIAL TEMA 2 KLIK DISINI

Sunday, October 17, 2021

Saturday, October 16, 2021

ULANGAN TENGAH SEMESTER KELAS 6


Sebelum memulai menjawab soal Ulangan Tengah Semester (UTS) perhatikan hal-hal berikut ini :

1. Pastikan sudah mempelajari tema atau muatan pelajaran;

2. Saat mengerjakan soal ulangan peserta didik diharapakan mampu menerapkan nilai kejujuran, percaraya diri, sportifitas dan tanggung jawab;

3. Selama mengerjakan peserta didik hanya dibolehkan mencari jawaban di buku (open book) dan tidak diperkenankan browsing di internet;

4. Password setiap tema berbeda, jika tidak bisa masuk segera hubungi wali kelasnya;

5. Rentang waktu pengerjaan pukul 12.00 - 15.00 WIB, selain dari waktu tersebut dianggap tidak sah;

6. Peserta didik hanya diberi waktu 1 kali pengerjaan;

7. Selesai mengerjakan screnshoot nilai lalu kirim ke grub; dan

8. Sebelum mulai mengerjakan jangan lupa berdoa.  

SOAL TEMA 1 Senin, 18 Oktober 2021 MULAI KLIK DISINI

SOAL TEMA 2 Selasa, 19 Oktober 2021 MULAI KLIK DISINI

SOAL TEMA 3 Kamis, 20 Oktober 2021 MULAI KLIK DISINI            


NILAI TEMA 1 2 dan 3 


REMEDIAL TEMA 1 KLIK DISINI

REMEDIAL TEMA 2 KLIK DISINI

REMEDIAL TEMA 3 KLIK DISINI

Monday, September 4, 2017

Penjelasan Kandayu Basarah




Kandayu ialah nyayian Suci Umat Hindu Kaharingan yang dinyayikan secara besama pada saat melakukan Persembahyangan/Basarah
A.      Kandayu Mayarah Sangku Tambak Raja
kandayu ini berisikan ungkapan tentang maksud dan tujuan Upacara Persembahyangan Basarah, dengan maksud menyerahkan Sangku Tambak Raja beserta segala isinya kepada RANYING HATALLA LANGIT melalui Persembahyangan Basarah.
Kemudian kita memohon kepada RANYING HATALLA LANGIT agar dapat memberikan Sinar Suci  KekuatanNya bagi kehidupan manusia agar dalam menjalani kehidupan ini senantiasa mendapat bimbingan dalam berpikir yang baik, berkata yang benar serta bebuat yang baik pula.
B.      Kandayu Mantang Kayu Erang
Kandayu Mantang kayu Erang dinyayikan setelah Pandehen, Pandehen adalah yaitu penyampaian penjelasan ayat-ayat Suci Panaturan oleh  Rohaniawan. Isi Kandayu Mantang Kayu Erang ini, menceritakan tentang perjalanan Banam Tingang Mandulang Bulau Untung Aseng Panjang pada saat Balian Balaku untung.
Didalam melaksanakan upacara balian Balaku Untung kita akan mendengar perjalanan Banama Tingang yang dibawakan oleh Raja Telu Hakanduang yaitu Raja Tunggal Sangomang, Raja Mantir Mamaluhing Bungai dan Raja Linga Rawing Tempun Telun mendapatkan anugerah dengan berkat dari RANYING HATALLA LANGIT beserta seluruh manifestasinya, agra manusia di dalam kehidupan selalu mendapatkan rejeki murah, umur panjang, sehat sejahtera dalam menjalani kehidupan di dunia ini dan hakekat ini pula yang diambil dalam melaksanakan Basarah bagi Umat Kaharingan.
C.      Kandayu Parawei
Kandayu Parawei, dinyayikan sebelum do’a penutup Basarah yang isinya adalah mengandung ungkapan rasa syukur dan terima kasih Umat Kaharingan atas penciptaan alam semesta ini dengan segala isinya. Kandayu ini bertujuan agar Umat Kaharingan selalu dapat memelihara keseimbangan kehidupan dengan alam semesta dengan bebuat baik sehingga hakekat yang ingin dicapai, yaitu kedamaian yang abadi dapat terwujud dengan sempurna.
D.      Kandayu Mambuwur Behas Hambaruan
Kandayu Mambuwur Behas Hambaruan dinyayikan untuk mengiringi petugas menempatkan Behas Hambaruan kepada semua peserta Basarah, mengoleskan telur ayam dan meneteskan Undus serta memercikkan Tampung Tawar. Bersama dengan itu pula peserta Upacara Basarah menerima anugerah dari RANYING HATALLA LANGIT yang telah dimohonkan dalam pelaksanaan Basarah (Persembahyangan). Kandayu ini terdiri dari tujuh bait yang disesuikan dengan jumlah Behas Hambaruan dalam satu bungkusan yaitu berjumlah tujuh biji. Dengan maksud sesuai pula dengan manifestasi RANYING HATALLA LANGIT yang disebut RAHA UJU HAKANDUNG, KANARUHAN HANYA BASAKATI untuk menyampaikan anugerahNya kepada seluruh peserta Upacara Basarah. Kandayu ini dapat diulang-ulang sesuai keperluan sampai selesai pelaksanaan Mambuwur Behas Hambaruan.
Lirik Kandayu Mambuwur Behas Hambaruan ini berisikan harapan dan do’a yang telah di anugerahkan oleh RANYING HATALLA LANGIT dapat menyatu dan berguna didalam kehidupan kita sehari-hari dan oleh sebab itu kendaknya diikuti dengan sungguh-sungguh dan hikmat.


sumber : Talatah Basarah MDAHK.PP 2008

Pengertian Agama



            Kata agama berasal dari bahasa Sanserketa yang pengertiannya menunjukan adanya kepercayaan manusia berdasarkan Pesan atau Wahyu dari Tuhan, Ranying Hatalla Langit.
            Dalam arti Liguisrik kata agama berasal dari “A-GAM-A”, kata “A” berarti Tidak kata “GAM” berarti Pergi atau Berjalan sedangkan kata akhiran “A” merupakan kata sifat yang menguatkan yang kekal. Jadi istilah “AGAMA” berarti Tidak Pergi, Tidak Berjalan atau Tetap Kekal. Sehingga pada umumnya kata Agama mengandung arti pedoman Hidup Yang Kekal. Hal ini dikemukakan oleh ; Prof. Hilman Hadikusuma,SH,1993 ; 16.
            Agama juga dirumuskan sebagai suatu sistim Sosial yang dibuat oleh penganut-penganutnya yang berproses pada kekuatan-kekuatan Non Empiris yang dipercayainya dan didayagunakan untuk mencapai keselamatan bagi diri mereka dan masyarakat pada umumnya. Agama iyalah suatu kepercayaan kepada Tuhan serta segala sesuatu yang bersangkut paut dengan itu. Dengan definisi ini maka Bahasa (sembahyang), Balian, melakukan kebijakan kepada sesama manusia adalah agama.
            Sumber dari agama itu sendiri adalah Pesan atau Wahyu dari Tuhan Yang Maha Esa, Ranying Hatalla Langit. Tuhan merupakan sandaran yang paling kuat untuk menegakkan ketabahan hati dalam beragama.


Sumber : Talatah Basarah, Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kabupaten Pulang Pisau ( MDAHK.PP)

BERAS (BEHAS)



BERAS (BEHAS)

Dalam Bahasa Sangiang, Beras (behas) disebut dengan nama “BEHAS MANYANGEN TINGANG”; pemakaian behas berdasarkan methologi AGAMA KAHARINGAN, bahwa pada masa penciptaan alam semesta, RANYING HATALLA LANGIT menciptakan beras untuk menjaga kelangsungan hidup RAJA BUNU yang menjadi asal mulat Umat Manusia di dunia ini dan kelangsungan hubungan dengan RANYING HATALLA LANGIT. Dari methologi tersebut Umat KAHARINGAN yang merupakan keturunan RAJA BUNU mayakini bahwa didalam Beras itu telah terkandung kekuasaan RANYING HATALLA LANGIT sehingga menjadi sarana yang menghubungi manusia dengan RANYING HATALLA LANGIT. Terbukti, bahwa penggunaannya dalam ayat suci Manawur yang berbunyi: “Balang Bitim jadi Isi, Hampuli Balitam jadi Daha, Dia Balang Bitim Injamku akan Duhung Luang Rawei Pantai Danum Kalunen, Isen Hampuli Balitam Bunu Bamban Panyaruhan Tisui Luwuk Kampungan Bunu”, yang artinya : Behas Manyangen Tingang adalah bukan saja sebagai kelangsungan hidup manusia, ia juga sebagai perantara dengan Yang Maha Kuasa RANYING HATALLA LANGIT serta sebagai perantara pula antara manusia dengan para Leluhur.
Sumber : Talatah Basarah, Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kabupaten Pulang Pisau ( MDAHK.PP)

Sangku

SANGKU

Sangku, biasanya digunakan pada upacara keagamaan, lebih-lebih pada Upacara Basarah. Dalam Bahasa Sangiang disebut dengan nama “SANGKU TAMBAK RAJA, SAPARANGGUN DALAM KANGANTIL BAWAK LAMIANG”, dengan istilah atau nama tersebut, berarti sangku itu telah dilengkapi dengan alat-alat Upacara Basarah.
Dalam upacara basarah, Sangku Tambak Raja ditempatkan diatas meja kecil, sehingga tambak lebih tinggi dari lantai tempat duduk, diatas meja kecil sangku diletakkan diatas alas kain yang bersih, yang berwarna warni selain warna hitam.
Sangku Tambak Raja merupakan perwujudan dari seluruh kemahakuasaan Ranying Hatalla Langit sebagai simbol penyatuan bathin Umat Kaharingan yang melaksanakan Basarah kepada RANYING HATALLA LANGIT; oleh karena itu Sangku Tambak Raja selalu ditempatkan ditengah-tengah tempat Basarah.

Sumber : Talatah Basarah, Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kabupaten Pulang Pisau ( MDAHK.PP)

Monday, August 28, 2017

Ini Penjelasan Badan POM Terkait Isu Beras Mengandung Plastik

sintungtelu.blogspot.co.id beberapa video yang telah beredar terkait beras yang di duga mengandung plastik di media social yang baru-baru ini menjadi viral, menuia pro dan kontra netizen, melihat hal ini Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Republik Indonesia melakukan penelusuran ke sarana yang tercantum dalam video yang viral tersebut.

Dalam rilisnya (24/8/17), Badan POM menyapaikan hasil pemeriksaan terhadap contoh beras, dalam pemeriksaan yang di duga mengandung plastik hasilnya negatif “tidak ditemukan indikasi beras tersebut mengandung plastik. Pada tahun 2015 terdapat isu yang sama, yaitu mengenai beras yang diduga mengandung plastik”.


Menurut Badan POM menjelaskan kenapa sehingga nasi dapat dikepal menyerupai bola yang di duga sebagai beras Plastik “Konsumen perlu mengetahui bahwa tekstur nasi dipengaruhi komposisi komponen penyusun pati dalam butir beras, yaitu imilosa dan amilopektin. Kadar amilopektin tinggi mempengaruhi tekstur lengket/pulen nasi, sehingga nasi dapat di kepal menyerupai bentuk bola”

Dalam kesempatan itu Badan POM juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar bijak dengan isu-isu yang ada, sebagai Badan POM melalui Balai Besar/Balai POM di 33 Provinsi akan mengawal keamanan pangan yang beredar di Indonesia “kepada masyarakat dihimbau agar menjadi konsumen yang cerdas serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang beredar di media social”



Selanjutnya Badan POM menegaskan kepada masyarakat “jika masyarakat memerlukan informasi lebih, dapat menghubungi Contact Center HALOBPOM di nomor telepon 1-500-533 (pulsa local), SMS 0812-1-9999-533 email: halobpom@pom.go.id, atau unit layanan pengaduan konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia” (#RAI)


Lebih Lengkap Isi Blog Klik Disini

Baca Juga: